Akibat dan Cara Mengatasi Hipertensi Pada Seseorang

akibat-dan-cara-mengatasi-hipertensi

Akibat dan cara mengatasi hipertensi adalah ulasan yang sangat menarik untuk dibahas. Setiap harinya penderita hipertensi selalu mengalami kenaikan angka dibanding dengan hari-hari sebelumnya. Secara umum, hipertensi adalah tekanan darah tinggi yang menyerang seseorang.

Penjelasan ilmiahnya sebagai berikut, tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi ketika dinding arteri yang notabene adalah pembuluh darah bersih mengalami yang namanya peningkatan tekanan. Hal tersebut dapat menjadi semacam pembunuh diam-diam yang mengancam jiwa seseorang.

Lalu bagaimana cara untuk mengetahui apakah seseorang terkena tanda-tanda hipertensi atau tidak? Satu-satunya jalan adalah dengan cara mengukur tekanan darah dengan alat tensi yang biasa dimiliki oleh dokter atau puskesmas.

Hal ini adalah hal yang sering dilupakan oleh orang banyak, banyak sekali orang yang menyepelekan kesehatan tubuhnya dan tidak pernah mengunjungi dokter untuk seedar mengecek kesehatan, misalnya kadar gula darah, tensi darah dan lain sebagainya yang merupakan pemeriksaan dasar.

Apalagi kalau seseorang sudah dalam keadaan kondisi yang berumur, segala macam penyakit sangat rentan untuk menjangkiti orang tersebut. Sebaiknya segera periksa tekanan darah untuk mencari tahu kadar tekanan yang ada dalam pembuluh darah, agar kondisi tubuh dapat diketahui sedini mungkin.

Bila sudah tahu kalau ternyata tekanan darahnya tinggi, seseorang dapat lebih berhati-hati dalam menjaga pola hidupnya, makanannya dan lain sebagainya.

Beda halnya bila tak pernah mengecek kondisi kesehatan dalam tubuh. Seseorang tidak akan pernah lebih menjaga kesehatannya ketimbang bila ia sudah tahu bahwa ia perlu menjaga kesehatannya.

Mintalah kepada dokter untuk mengecek kondisi tekanan darah Anda, atau setidaknya datang kepada puskesmas setempat untuk memeriksakan diri.

Semua orang pasti memiliki potensi terkena tekanan darah tinggi atau hipertensi dala hidupnya. Untuk orang dewasa, sebaiknya memeriksakan tekanan darah minimal paling tidak setiap 5 tahun sekali secara berkala.

Sebuah Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 mendapatkan hasil penelitian bahwa penderita hiperetensi umumnya berumur 18 tahun ke atas, jumlahnya mencapai 25,8 persen dari total jumlah keseluruhan masyarakat Indonesia.

Angka yang sangat besar mengingat jumlah penduduk masyarakat Indonesia tidak sedikit. Dari jumlah angka yang sudah didapat tersebut, penderita hipertensi perempuan lebih banyak 6 persen dibandingkan penderita laki-laki.

tanda gejala penyakit hipertensi

Sementara itu dari 25 sekian persen penderita hipertensi, hanya sejumlah 9,4 persen saja yang mendapatkan penanganan hipertensi dengan baik oleh tenaga medis, sisanya belum mendapatkan penanganan yang tepat akibat beberapa hal, di antara lain adalah jangkauan yang terbatas dan diagnosa yang belum terdeteksi.

Artinya masih banyak sekali penderita hipertensi yang belum mendapatkan pelayanan oleh tenaga medis dengan baik dan sesuai yang dibutuhkan. Itulah mengapa bahaya hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu pembunuh atau penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Risiko Menderita Hipertensi

Penyebab hipertensi sendiri belum dapat dipastikan pada lebih dari 90 persen kasus penyakit. Seiring bertambahnya usia, risiko mengidap hipertensi juga semakin tinggi.

Namun, bukan berarti tak ada faktor penyebab penyakit hipertensi ini. Berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat memicu hipertensi dan juga yang mempengaruhi peningkatan risiko penyakit tersebut.

  • Memiliki usia 65 tahun
  • Terlalu banyak mengkonsumsi garam
  • Berat badan berlebihan (obesitas)
  • Memiliki riwayat keluarga yag menderita hipertensi
  • Kurang konsumsi buah dan sayur
  • Kurang olahraga
  • Meminum terlalu banyak kopi dan minuman berkafein lainnya
  • Terlalu banyak konsumsi minuman keras atau alkohol

Sejatinya risiko hipertensi sendiri dapat dikurangi, yakni dengan cara mengurangi atau memperbaiki pola hidup dan meminimalisir hal-hal di atas yang sudah disebutkan tadi. Pemeriksaan darah harus dilakukan secara rutin agar hipertensi dapat dideteksi sejak dini dan mendapat penanganan yang baik.

Tekanan darah dapat kembali diturunkan ke tekanan normal apabila kadar tekanannya belum terlalu tinggi. Lagi-lagi cara untuk melakukan hal itu adalah deteksi sedini mungkin penyakit hipertensi. Caranya adalah dengan cara merubah pola hidup lebih baik lagi dan tidak ketergantungan dengan obat.

Baca Juga >> Cara Menurunkn Tekanan Darah Tinggi Dengan Cepat

Mengukur Tekanan Darah

Kekuatan darah ketika melakukan penekanan di dinding arteri dalam proses pemompaan darah ke seluruh tubuh menentukan ukuran tekanan darah. Bisa dibayangkan kalau tekanannya terlalu kuat, sementara dinding pembuluh arteri sangat tipis.

Hal itu tentu saja akan membebani pembuluh arteri sebuah jantung. Ujung paling berbahay dari hipertensi adalah terkena penyakit jantung, ginjal hingga stroke.

cara mencegah hipertensi

Ukuran tekanan darah dilakukan dalam takaran merkuri per milimeter atau mmHG. Ada dua bilangan yang digunakan dalam pencatatan tekanan darah, yaknik sistolik dan diastolik. Mengenai tekanan tersebut sudah diajarkan dalam mata pelajaran biologi ketika SMA, bagi yang dulunya mengambil jurusan IPA pasti sedikit banyak paham mengenai hal tersebut.

Mari kita bahas mengenai sistolik terlebih dahulu. Tekanan darah sistolik adalah tekanan darah saat jantung memompa darah keluar. Sementara tekanan darah diastolik adalah tekanan darah pada jantung saat jantung tidak berkontraksi, dengan kata lain fase relaksasi.

Kedua tekanan darah tersebut mencerminkan kekuatan tekanan darah dalam darah. Seseorang dapat dikatakan terkena hipertensi atau tidak, dapat dilihat dari jumlah tekanan yang dimiliki pada angka diastolik dan sistolik tersebut. Tanda gejala penyakit hipertensi yang paling nyata adalah rasa pusing dan sesak.

Angka normal tekanan darah adalah apabila berada di bawah angka 120/80 mmHG. Seseorang akan dikatakan mengidap penyakit hipertensi apabila tekanan darahnya dari beberapa kali hasil pemeriksaan mencapai 140/90 mmHG atau lebih tinggi.

Maka dari itu berhati-hati dan lakukan tensi darah, bahkan pada kondisi ketika Anda tidak merasa ada keanehan sedikit pun.

Cara Pencegahan dan Pertolongan pada Hipertensi

Jaga selalu pola makan dan kesehatan bila ternyata sudah mengidap yang namanya hipertensi, bila masih dalam kadar rendah, hipertensi dapat sembuh dengan cara menurunkan tekanan dalam darah.

makanan untuk penderita hipertensi

Beberapa langkah atau cara mencegah hipertensi tersebut yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut ini.

  • Mengkonsumsi makanan yang sehat, berupa buah dan sayur
  • Mengurangi konsumsi garam dan kafein
  • Berhenti merokok
  • Olahraga secara teratur dan berkelanjutan
  • Menjaga berat badan dan menurunkannya apabila perlu
  • Tidak mengkonsumsi minuman beralkohol (minuman keras)

Mencegah hipertensi sendiri lebih mudah dan lebih murah ketimbang mengobatinya ketika sudah terlanjur terjadi. Sayangi tubuh Anda dan selalu tempatkan tubuh dalam kondisi yang baik dan sehat.

Hipertensi dapat memicu serangan jantung yang juga merupakan pembunuh dengan angka paling tinggi di dunia. Memakan makanan berlemak juga dapat berbahaya bagi penderita hipertensi, makanan berlemak merupakan makanan penyebab hipertensi.

Baca Juga >> Yuk Ketahui Penyebab dan Arti Hipotermia

Lemak tersebut dapat mempengaruhi pembuluh darah yang ada pada tubuh. Bila tekanan darah rendah dapat dinaikkan dengan cara memakan daging kambing atau sate kambing, maka tekanan darah tinggi dapat diturunkan dengan cara mengubah pola hidup menjadi lebih baik dan sehat. Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca.