Mengenal Arti Dispepsia Fungsional Dan Cara Pengobatan

Dispepsia-Fungsional
source : wordpress com

Arti Dispepsia fungsional atau dengan nama lain indigesti merupakan penyakit yang menyebabkan rasa yang tidak nyaman di bagian perut atas ataupun dada. Hal ini disebabkan karena adanya gangguan pencernaan kita.

Dispepsia berbeda dengan gastritis. Perbedaan dispepsia dan gastritis terletak pada organ yang terserang rasa sakit.

Arti Dispepsia Fungsional Dan Perbedaanya Dengan Gastritis

Dispepsia adalah penyakit dengan berbagai macam gejala yang menyerang dan bersumber di usus bagian atas. Usus atau saluran pencernaan merupakan tabung pencernaan makanan, dimulai dari mulut dan akan berakhir di anus.

Usus bagian atas terdiri dari kerongkongan, lambung dan duodenum. Sedangkan Gastritis merupakan adanya pembengkakan, iritasu dan atau peradangan yang terjadi pada lapisan lambung.

Hal ini sering terjadi karena minuman alkohol, bakteri yang bernama H. pylori, serta penggunaan obat-obatan tertemtu secara berlebihan.

Ada dua jenis dispepsia berdasarkan penyebabnya, yaitu dispepsia fungsiona dan dispepsia organik.  Dispepsia fungsional merupakan dispepsia yang terjadi tanpa disebabkan adanya kelainan pada organ lambung, baik dari biokimiawi, pemeriksaan klinis, ataupun pemeriksaan penunjang yang lain.

Sedangkan dispepsia organik merupakan dispepsia yang terjadi karena adanya kelainan struktur pada organ percernaan. Hal ini bisa terjadi aktibat adanya luka di lambung ataupun kanker. Patofisiologi dispepsia akan dibahas di sub bab selanjutnya.

Baca juga >> Cara Mengobati Mata Merah Dan Pencegahannya

Gejala dispepsia

Tanda dan gejala dispepsia meliputi perut kembung, sering bersendawa, cepat merasa kenyang saat makan, mual dan muntah. Pada umumnya, gejala dispepsia berasa dari saluran pencernaan bagian atas, terutama di bagian lambung dan usus halus.

Dispepsia-adalah

Selain itu, salah satu  gejala dispepsia yang lain bisa berupa ukuran perut yang membesar. Beberapa gejala dispepsia yang telah disebutkan di atas mungkin sering dialamai oleh kebanyakan orang.

Meskipun dispepsia merupakan penyakit yang umum dan tergolong ringan, namun jika Anda engalami beberapa kasus berikut, Anda perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Penderita dispepsia dengan usia di atas 55 tahun
  • Berat badan turun sampai dengan 3 kilogram
  • Anemia defisiensi besi
  • Pernah memiliki riwayat operasi lambung
  • Mengalami nyeri perut yang sangat hebat.
  • Terjadi perdarahan padasaluran cerna
  • Mengalami kesulitan saat menelan atau nyeri ketika menelan
  • Memiliki riwayat luka di bagian lambung
  • Pernah konsumsi obat anti – inflamasinon – steroid (NSAID) dalam  jangka panjang

Maka, jika dokter Anda menyatakan diagnosa dispepsia dengan gejala – gejala di atas, maka arti dispepsia fungsional  bagi Anda bukanlah sebagai hal ringan.

Anda harus lebih waspada dan harus segera melakukn pemeriksaan lebih lanjut. Sebagai tambahan informasi, kode diagnosa dispepsia adalah R10.13.

Penyebab Dispepsia

Selain memahami arti dispepsia fungsional dan gejala dispepsia, Anda juga harus mengetahui hal-hal yang menyebabkan dispepsia. Penyebab dispepsia dapat berupa beberapa hal.

Beberapa di antaranya adalah: kanker lambung, penyakit pada kantung empedu, intoleransi laktosa, udara yang tertelan, depresi, kecemasan, luka pada lambung atau usus, regurgitasi makanan atau cairan dari lambung.

Selain itu, jika Anda penikmat kopi, minuman bersoda, alkohol, dan obat – obatan, Anda mungkin akan mengalami dispepsia akibat efek samping dari beberapa minuman tersebut.

Pengobatan Dispepsia

Pengobatan dispepsia dapat dilakukna dengan beberapa alternatif. Teknik pengobatan yang paing umum dilakukan adalah dengan pemberian obat yang berfungsi untuk menekan jumlah produksi asam lambung atau yang berfungsi untuk menghambat kanal proton.

Baca Juga >> Berapa Jumlah Eritrosit Normal?

Beberapa obat yang dapat digunakan antara lain steroid, aspirin, digoxin, antibiotik, dan teofilin. Penggunaan obat yang berfungsi untuk meningkatkan gerakan usus serperti cisapride, metoklopramid, dan domperidon juga dapat dijadikan alternatif.