Ciri-ciri dan Pengertian Disentri Yang Harus Anda Ketahui

ciri-ciri-dan-pengertian-disentri
source : medium .com

Ciri-ciri dan pengetian disentri. Disentri adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi usus yang menyebabkan diare disertai lendir atau pun darah. Sedangkan diare merupakan buang air besar yang dilakukan terus menerus.

Disentri biasanya juga disertai dengan kram perut, pusing dan mual. Selain itu penyakit disentri disebabkan oleh banyak factor. Dari mulai makanan dan minuman, air bersih, atau bisa juga karena terkontaminasi oleh penderita lain.

Untuk di Indonesia sendiri, penyakit yang satu ini lebih banyak ditengarai oleh minimnya air bersih. Apalagi di daerah-daerah yang padat penduduknya, hal tersebut bisa menjadi factor utama berkembangnya penyakit ini.

Selain itu, disentri di Indonesia juga banyak meluas akibat terkontaminasi makanan dan minuman. Lingkungan yang bersih dan steril juga barang kali hal yang perlu diperhatikan untuk mencegah perkembangan penyakit ini.

Berdasarkan penyebabnya sakit disentri bisa dikelompokan menjadi beberapa hal yaitu sebagai berikut:

  1. Disentri basiler atau disentri sigelosis. Yaitu disentri yang disebabkan oleh bakteri sighella, genus Basilus Gram negative.
  2. Disentri amoeba atau amoebiasis yaitu disentri yang disebabkan oleh parasit amoeba (yang ber sel satu). Disentri jenis ini biasa terjadi di daerah-daerah tropis

Penyakit Disentri basiler adalah disentri yang paling umum terjadi. Badan kesehatan dunia WHO telah mencatat bahwa disentri jenis ini adalah disentri yang paling banyak terjadi bahkan termasuk 120 penyakit yang terbilang paling berbahaya. Kebanyakan penderitanya adalah balita.

Sedangkan disentri amoeba merupakan invasi usus besar oleh protozoa Entamoeba yang menyebabkan ulkus mukosa dan kemudian mendatangkan diare terus menerus disertai lendir dan darah yang keluar dari anus.

Oleh sebab itu dikatakan sebagai disentri amoeba. Jika disentri ini sudah parah bisa-bisa ameba tersebut menyebar pada absese hati. Sehingga pengobatan yang bisa dilakukan harus dengan mengisolasi amoeba tersebut dalam feses.

Beberapa jenis disentri ini disebabkan oleh banyak factor baik dari lingkungan, makanan dan minuman, ataupun disebabkan olaeh kontaminasi penderita. Hal ini bisa saja terjadi karena si penderita tidak mencuci tangan dengan bersih setelah buang air besar.

Sakit disentri secara umum terjadi pada anak dan orang dewasa. Namun kebanyakan disentri sendiri mudah dikenal gejalanya pada anak dengan didahului demam jika disendtri baseler.

Ada juga yang mengalami sakit perut saat BAB dan kemudian diiringi dengan lendir dan darah. Hal ini juga hampir sama dengan orang dewasa. Anda bisa mengenali disentri melalui tanda-tandanya.

Gejala-gejala penyakit disentri

Berkembangnya sel disentri pada tubuh, biasanya akan menimbulkan banyak gejala pada tubuh. Bagi anda yang masih bertanya tentang apa itu penyakit disentri, mungkin bisa melihat pengertian di atas dan dari gejala-gejalanya sebagai berikut:

makanan untuk penderita disentri
source : wikihow

1. Penderita akan mengalami demam tinggi

Hal ini adalah kondisi dimana si penderita mengalami kenaikan susu badan yang tinggi. Demam biasa bisa diatasi dengan mengkompres.

Akan tetapi jika demam merupakan gejala disentri, tentu tidak bisa dengan kompresan melainkan dengan kunyit. Anda bisa melakukannya dengan memarut kunyit tersebut kemudian dicampur dengan bahan-bahan lain untuk kemudian diminum

2. Siklus BAB yang tidak normal

Buang air besar juga akan dilakukan berung kali dalam sehari

3. Warna kotoran hijau dan berdarah

Gejala yang satu ini merupakan gejala paling kentara. Karena jika orang biasa, mungkin saat buang air besar tidak akan mengeluarkan darah.

Oleh sebab itu, jika feses berdarah, berarti harus segera dikonsultasikan dengan dokter

4. Perut akan terasa mual

Keadaan perut mual biasanya terjadi secara umum pada siapa saja. Kondisi ini terjadi dikarenakan kondisi perut tidak dapat menerima makanan dan minuman.

Hal ini bisa diobati dengan mengkonsumsi air hangat dan teh hijau untuk membangkitkan selera makan.

Hal ini bisa diatasi dengan menggunakan obat tradisional seperti kencur dan lin sebagainya. Anda hanya cukup memotong-motongnya lalu kemudian direbus

5. Disentri biasanya akan disertai dengan kejang atau kram di bagian perut.

Gejala yang satu ini biasanya akan menimbulkan sakit yang teramat dalam. Kram perut biasanya akan mengakibatkan penderita tidak bisa bergerak. Tanda-tanda ini termasuk disentri serius. Dan penderita harus segera ditangani dan ditindaklanjuti.

6. Penderita akan sering merasa haus

Hal lain yang akan dirasakan adalah dehidrasi berlebih karena penderita akan banyak kehilangan cairan dalam tubuh

Jika sudah terkontaminasi, sebaiknya penderita memperhatikan bentul kondisinya. Baik dari makanan untuk penderita disentri, lingkungan dan kebersihannya. Hal ini tentu akan sangat mempengaruhi kesembuhannya.

Sebaiknya penderita terlebih dahulu mendapatkan antibiotik untuk disentri demi mencegah perkembangan kuman sehingga bisa meyebabkan komplikasi dalam tubuh.

Baca Juga >> Kenali Cara Mudah Mengobati Wasir Secara Efektif

Cara mengobati disentri

Disentri adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi pada usus karena bakteri. Sehingga menyebabkan terjadinya diare berkepanjangan disertai dengan lendir dan munculnya darah pada fases.

Hal ini bisa diatasi dengan mengetahui cara mengatasi disentri sebagai berikut:

cara mengobati disentri
source : WikiHow
  1. Kulit pohon srikaya. Anda bisa mengambil kulit pohon srikaya sekitar satu jengkal dan merebusnya dalam air 4 gelas sampai hanya tersisa 2 gelas. Kemudian campurkan dengan bahan lain seperti gula batu amaupun madu
  2. Jus jeruk. Anda bisa mengkomsi jus jeruk secara rutin untuk menghambat pertumbuhan bakteri dalam usus
  3. Madu dan teh hitam. Kandungan anti bakteri dan anti inflamasi pada madu dapat menekan pertumbuhan bakteri dalam usus dan membantu meredakan gejala penyakit disentri. Sedangkan teh hitam mengandung zat tennin yang mampu menangani peradangan dalam usus dan melegakan perut
  4. Sari buah pare. Hal ini bisa sangat membantu dalam meredakan gejala disentri. Anda hanya perlu mengahluskan buah pare dengan diblender dan disaring kemudian airnya bisa langsung diminum.
  5. Kulit buah manggis. Anda bisa menggunakan bahan alami ini dengan merebusnya dengan air 4 gelas sampai tersisa 2 gelas saja kemudian bisa anda campurkan dengan madu atau yang lainnya
  6. Selain itu, anda juga bisa menggunakan tanaman anggur, seperti daunnya yang kemudian bisa direbus dan diminum airnya.

Cara pencegahan disentri

langkah pertama yang perlu diambil saat diserang disentri adalah menjaga kebersihan lingkungan. Hal ini dikarenakan sel disentri yang mudah menular melalui banyak faktor seperti makanan, minuman dan lingkungan mengharuskan anda untuk selalu berhati-hati. Oleh sebab itu, anda bisa melakukan langkah pencegahan sebagai berikut

  1. Selalu mencuci tangan dengan sabun setelah beraktifitas. Dan membersihkan toilet dengan disinfektan setelah menggunakannya
  2. Selalu menjaga kebersihan makanan dengan mencuci tangan sebelum makan, sesudah makan, sebelum dan selesai memasak. Agar makanan selalu higenis dan tergaja kebersiahannya
  3. Memisahkan pakaian penderita saat mencucinya
  4. Jangan menggunakan peralatan yang sama dengan penderita
  5. Penderita sebaiknya tidak keluar rumah sampai sembuh total. Hal ini untuk mencegah sakit semakin parah dan agar tidak mengkontaminasi dengan yang lainnya

Penyebab disentri pada bayi

Jika pada umumnya disentri terjadi pada anak dan orang dewasa. Barang kali akan sangat berbahaya jika terjadi pada bayi. Hal ini disebabkan kondisi bayi yang masih lemah, serta imun dan kekebalan tubuhnya yang tidak sekuat orang dewasa.

Pada umumnya disentri pada bayi sangatlah jarang terjadi. Namun hal ini juga bisa saja terjadi karena balita sekitar umur 1 tahun akan memasuki dunia bermain mereka dan tentu harus berani kotor. Sehingga dengan kondisi seperti itu jika tidak disertai dengan pengawasan yang baik dari orang tua akan mudah dan rentan terkena disentri.

Apalagi bagi bayi yang tidak mendapatkan asi. Hal ini akan menjadikannya semakin rentan akan berbagai penyakit. Disentri pada bayi biasanya ditandai dengan melunaknya daging usus yang menjadikan bakteri semakin meraja lela dan menyebar ke bagian-bagian yang lain.

Baca Juga:

Hal ini tentu juga bisa mengakibatkan komplikasi terhadap bagian-bagian tubuh lainnya. Oleh sebab itu, bayi harus terus dalam pengawasan orang tua dalam hal kebersihan dan makanannya. Agar bisa terhindar dari penyakit yang berbahaya.