Kadar Bilirubin Normal Pada Bayi Yang Perlu Anda Ketahui

kadar-bilirubin-normal-pada-bayi

Kadar bilirubin normal pada bayi yang dilahirkan adalah keinginan semua ibu yang memiliki anak. Karena bila kadar bilirubin bayi mereka tinggi tentu merupakan pertanda bahwa ada masalah dalam tubuh si bayi yang harus segera di tangani.

Hal ini sangat membuat resah dan khawatir para ibu. Berikut penjelasan mengenai kadar bilirubin normal bayi.

Pengertian Bilirubin

Arti bilirubin ialah suatu pigmen yang berwarna kuning kecoklatan yang ditemukan di dalam darah, empedu, dan tinja semua orang. Bilirubin dihasilkan dari pecahnya protein hemoglobin dalam sel darah merah.

Ketika bilirubin sudah diproduksi, maka ia akan keluar melewati hati. Akan tetapi, ada saat dimana hati tidak dapat memproses bilirubin dalam tubuh karena beberapa hal, yaitu jumlah yang terlalu banyak, adanya sumbatan, atau peradangan hati.

Jika kadar bilirubin menjadi terlalu banyak, maka kulit serta bagian putih mata akan terlihat menguning (penyakit kuning).

Kadar bilirubin normal pada orang dewasa berkisar antara 0-0,3 mg/dL atau 0-0,4 mg/dL. Dengan jumlah bilirubin total (konjugasi+tidak konjugasi) sebesar 0,3-1,0 mg/dL atau 0,3-1,9 mg/dL.

Sedangkan nilai normal bilirubin bayi baru lahir lebih tinggi dalam tubuhnya. Berkisar di bawah 5,2 mg/dL dalam 24 jam pertama kelahiran.

Penyebab Bilirubin Tinggi Pada Bayi

Meningkatnya kadar bilirubin dalam darah dapat menjadi suatu gejala penyakit tertentu. Berikut beberapa macam penyakit penyebab bilirubin tinggi dalam darah tinggi:

1. Penyakit keturunan

Penyakit sindrom Gilbert adalah penyakit keturunan yang mengganggu fungsi hati hati dalam memproses bilirubin.

Sel-sel darah merah rusak lebih cepat à Penyakit dari sel-sel darah merah rusak lebih cepat seperti penyakit anemia sel sabit, anemia hemolitik, erythoblastosis dapat menggangu produsksi bilirubin.

2. Infeksi kandung empedu

Peradangan pada kandung empedu juga dapat menjadi penyebab tingginya kadar bilirubin. Hal ini dikarenakan kandung empedu sendiri berada dekan dengan hati, dimana tempat proses bilirubin dalam tubuh.

3. Hepatitis

Hepatitis adalah penyakit yang menyebabkan hati membengkak dan meradang. Akibatnya hati tidak dapat berfungsi secara maksimal. Pembengkakan ini ditimbulkan oleh virus hepatitis.

4. Penyakit yang menyebabkan penyumbatan saluran empedu

(Batu empedu, kanker empedu, kanker pankreas, striktur bilier) Akibat dari penyakit ini ialah menyebabkan saluran empedu menyempit tidak normal.

5. Konsumsi obat-obatan peningkat kadar bilirubin

Ada beberapa obat-obatan yang jika dikonsumsi dapat memicu peningkatan kadar bilirubin, yaitu obat antibiotik, diazepam, flurazepam, phenytoin, dan beberapa macam pil KB.

Baca Juga >> Cara Mengobati Sariawan Pada Anak Bayi

Sel darah merah pada bayi usia 0-28 hari memiliki umur lebih pendek dari pada orang dewasa, yaitu 70-90 hari. Sedangkan sel darah merah orang dewasa berumur sekitar 120 hari.

Pada saat sel darah merah mpecah, ia akan menghasilkan heme dan globin. Heme ini kemudian dioksidasi ini diproduksi oleh enzim heme oksigenase.

Ini akan membentuk biliverdin (pigmen hijau). Kemudian akan mengalami bentuk bilirubin. Pada setiap gram hemoglobin akan memproduksi sekitar 34 gram bilirubin dalam tubuh.

bilirubin tinggi pada bayi
source : WikiHow

Proses metabolisme ini akan menghasilkan produk akhir yang berupa bilirubin indirek yang tidak larut dalam air. Bilirubin indirek akan diikat oleh albumin dalam sirkulasi darah yang kemudian diangkut ke hati.

Bilirubin indirek tersebut akan dimetabolisme kembali menjadi bilirubin direk yang akan diekskresikan ke dalam sistem bilier oleh transporter spesifik di kantong empedu.

Pada saat seseorang minum, proses tersebut akan merangsang pengeluaran empedu ke dalam duodenum (usus dua belas jari). Dan bilirubin direk tidak akan diserap oleh epitel usus tetapi akan dipecah menjadi sterkobilin dan urobilinogen yang kemudian dikeluarkan melalui tinja serta urin.

Sedangkan bilirubin indirek akan diabsorpsi kembali oleh darah dan diangkut kembali ke hati yang terikat dengan albumin (dikenal dengan proses sirkulasi enterohepatik).

Nah, Bilirubin tinggi pada bayi yang baru lahir ini berkaitan dengan:

  • Produksi dari bilirubin (hemolisis) meningkat
  • Menurunnya uptake oleh hati
  • Penyebab lain yaitu adanya penurunan konjugasi pada bilirubin oleh hati
  • Kurangnya albumin sebagai alat pengangkut
  • Penurunan ekskresi bilirubin
  • Peningkatan siskulasi enterohepatik

Baca Juga >> Pengobatan dan Penyebab Kanker Tiroid

Cara Menurunkan Bilirubin Pada Bayi

Berikut beberapa Cara menurunkan bilirubin pada bayi baru lahir yang bisa Anda dilakukan:

1. Memberikan ASI secara konsisten

ASI merupakan minuman serta makanan wajib yang mengandung jutaan nutrisi yang diberikan kepada bayi tanpa tambahan makanan lainnya selama 4 bulan.

Baru setelah itu bisa memberikan makanan tambahan lainnya. Bagi seorang bayi yang baru lahir, ASI ini adalah penyokong yang sangat baik untuk kesehatannya. Termasuk untuk bayi yang mengalami kadar bilirubin tinggi.

Dengan memberikan ASI yang teratur dan konsisten, kadar bilirubin bayi akan normal kembali.

2. Berjemur di bawah sinar matahari pagi

Kebiasaan menjemur bayi di pagi hari ternyata adalah hal baik yang harus dilakukan. Hal ini untuk mendapatkan asupan vitamin D yang cukup.

Sinar matahari pagi hari sebelum jam 8 pagi dapat memadatkan kalsium di dalam tulang serta menyehatkan jaringan hati. Semakin sehat hati bayi, maka proses bilirubin dalam tubuh akan semakin membaik.

3. Periksakan ke dokter

Apabila bayi Anda memperlihatkan warna tubuh yang sangat kuning ketika dilahirkan dan tetap menguning hingga dua minggu lebih, maka Anda disarankan untuk mendatangi dokter.

Melakukan pemeriksaan sesegera ke dokter dapat mengurangi dampak dari peningkatan bilirubin tersebut. Bila penyakit kuning berlangsung lama, maka dapat merusak sel darah merah dan kesehatan hati serta merusak jaringan otak bayi.

4. Jangan memberikan obat sembarangan

Jika bayi Anda mengalami kondisi ttidak sehatubuh menguning yang tidak normal, Anda harus berhati-hati dalam memberikan penanganan. Hindari pemberian obat-obatan dalam bentuk apapun selain dari rekomendasi dokter atau ahlinya.

Obat-obatan yang mengandung zat antagonis dengan penyakit bilirubin seperti sulfa dapat merusak sel darah merah dan jaringan hati bayi. Hal ini malah akan memperparah sakit kuning pada bayi yang ditandai dengan tubuh yang lemas serta bayi terus menangis.

5. Melindungi ruangan bayi dari zat kimia

Zat kimia yang tercium seperti kamper dan kapur barus di dalam ruangan bayi dapat memicu rusaknya sel darah merah bayi. Karena senyawa kimia yang ada dalam ruangan bayi cepat terakumulasi dengan kelembaban ruang di dalam kamar.

Jika bayi menghirup zat kimia tersebut dalam jangka panjang, maka bukan hanya sel darah merah saja yang rusak, melainkan jaringan hati juga akan terganggu secara sistematik.

6. Menjaga kesehatan bayi secara ekstra

Selain cara-cara di atas, cara yang sederhana dapat dilakukan ialah dengan menjaga kesehatan bayi dari lingkungan tidak sehat. Misalnya asap rokok, asap kendaraan, dan asap pembakaran sampah.

Udara yang kotor memiliki kandungan radikal bebas yang dapat mempercepat kerusakan tubuh. Apalagi seorang bayi yang masih tidak kuat untuk menanggung semua ancaman penyakit tersebut, karena kondisi yang sangat lemah. Bila bayi menghirup udara kotor tersebut secara konsisten maka dapat merusak sel darah merah.

Baca Juga: >> Kenali Cara Mudah Mengobati Wasir Secara Efektif

Itulah penjelasan mengenai kadar bilirubin bayi normal, bilirubin tinggi, penyebab bilirubin tinggi, dan cara penanganannya.

Jangan anggap sepele penyakit kuning, segera lakukan penanganan dimulai dari cara sederhana dan periksa ke dokter. Dengan usaha yang maksimal, maka penyakit tersbeut dapat sembuh.