Pemerikasaan Fisik Apendisitis Secara Detail

Pemerikasaan-Fisik-Apendisitis
image : WebMD

Pemerikasaan fisik Apendisitis, mungkin anda sudah tidak asing lagi dengan penyakit usus buntu. Penyakit ini juga bisa dikenal dengan sebutan pembengkakan Apendiks. Jika ada yang bertanya, apa itu Apendisitis? Nah itulah yang dinamakan dengan penyakit usus buntu.

Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, baik untuk kalangan anak-anak muda ataupun tua. Namun jarang ada di bawah 2 tahun terkena Apendiks. Biasanya antara usia 10 sampai 30 tahun. Untuk mengetahui ada atau tidaknya penyakit usus halus ini memang sulit.

Adanya kesulitan pendeteksian apendisitis ini dikerenakan hampir mirip dengan penyakit lainnya. Gejala Apendisitis ini mirip dengan gejala penyakit gastritis, Crohn, masalah ovarium, infeksi kandung kemih, dan infeksi saluran urin. Selain itu letak usus halus dari masing-masing orang berbeda.

Seperti halnya dibawah organ hati, rongga pinggul dan di belakang usus besar. Nah, untuk bisa mendiagnosa dibutuhkanlah berbagai tes. Diantaranya yaitu pemeriksaan fisik, tes urin, tes darah, CT scan dan pemeriksaan organ intim.

Jika tidak terdeteksi apendiksnya secara dini yang akan tejadi adalah Apendisitis kronis. Nah apendisitis yang sudah kronis ini akan menyebabkan komplikasi penyakit lainnya. Pada awalnya jika apendiksnya tidak segera di ambil akan terjadi perforasi.

Jika memang sudah tidak bisa ditangani lagi, maka akan terjadi abses. Jika sudah terlanjur terkena abses akan lebih sulit lagi untuk mengambil apendisksnya.

Karena butuh mengeringkan absesya terlebih dahulu. Untuk lebih lengkapnya silahkan baca paragraf selanjutnya.

Tanda Dan Gejala Apendisitis

tanda-dan-gejala-Apendisitis
Image : jellygamatgoldgpluscom

Sebelumnya perlu di ketahui bahwa Apendisitis adalah gangguan sistem pencernaan yang disebabkan oleh benda asing ataupun kanker yang menyumbat usus buntu.

Untuk mengetahui ada tidaknya apendisitis perlu adanya diagnosa. Diantara pendiagnosaan yaitu pemerikasaan fisik Apendisitis.

Adanya pemeriksana fisik ini untuk mengetahui rasa sakit pada perut. Di bagian bawah usus buntu secara perlahan-lahan ditekan. Jika memang terjadi pertambahan sakit perut, kemungkinan apendisitas semakin bertambah parah.

Selain menggunakan pemeriksaan fisik, anda juga bisa mengetahui adanya tanda dan gejala Apendisitis. Berikut inilah gejala-gejalanya.

  • Sakit perut. Tapi tidak semua sakit perut dianggap sebagai penyakit apendisitis. Sakit perutnya biasanya bagian tengah. Sakitnya ini kadang timbul kadang hilang. Setelah beberapa saat lagi rasa sakitnya berpinda tempat. Yang awalnya berada di perut tengah ada di perut bagian bawah atau tempat adanya usus buntu.
  • Selain itu gejala lainnya yang menyertai sakit prut adalah kehilangan nafsu makan, mual, muntah, perut kembung, demam, diare dan juga tidak bisa buang gas.

Adanya gejala penyakit Apendisitis tersebut terkadang dikira gejala penyakit lainnya seperti anstipasi biasa, sindrom iritasi usus yang parah dan juga infeksi saluran kemih. Pada saat hamil muda penyakit ini juga bisa dialaminya.

Nah, biasanya gejalanya yang berhubungan dengan kandungan yaitu nyeri menstruasi dan kehamilan ektopik. Untuk lebih lengkapnya lagi silahkan kosnultasi ke dokter yang lebih ahli.

Baca Juga >> Cara Mengobati Tenggorokan Sakit Secara Alami

Pengobatan Apendisitis

Hal utama yang dapat dilakukan untuk pengobatan Apendisitis adalah operasi pengangkatan usus buntu. Operasi ini disebut juga dengan  apendektomi. Adanya pengangkatan usus buntu ini dia masalah bagi kesehatan.

Hal ini dikarenakan usus buntu memang tidak berfungsi. Operasi ini memiliki resiko adanya infeksi pada luka operasi. Tapi, tingkat keberhasilannya tinggi sehingga tidak menyebabkan adanya komplikasi dalam jangka panjang.

Operasi yang dilakukan ada dua cara yaitu bedah sayatan tebuka dan laparoskopi atau lubang kunci. Untuk operasi jenis laparoskopi ini biasanya dipilih oleh orang yang obesitas dan manula.

Namun, tidak semua usus buntu ini bisa menggunakan operasi laparoskopi. Hal ini tergantung dari parah tidaknya infeksi yang tersebar. Jika usus buntunya sudah pecah maka harus dilakukan yang namanya operasi sayatan terbuka.

Usus buntu yang tidak diobati akan berakibat fatal yang menyebabkan namanya Komplikasi Apendisitis. Jika infeksinya sudah menyebar akan terjadi peritonitis dan juga abses.

Baca Juga >>Cara Mengatasi Penyakit Tipes Secara Alami

Untuk itu agar anda terhindar dari adanya penyakit ini harus dilakukan pemerikasaan fisik Apendisitis sejak dini. Hal ini untuk mencegah terjadinya penyakit usus buntu yang semakin parah.