Gejala dan Cara Mengatasi Penyakit Muntaber Pada Bayi

Gejala-dan-Cara-Mengatasi-Penyakit-Muntaber-Pada-Bayi
image: www.kabarkabariindonesia.com

Penyakit muntaber pada bayi harus segera mendapatkan pertolongan. Jika tidak, tubuh bayi akan kekurangan cairan hingga dehidrasi yang tentu sangat berbahaya bagi kesehatannya.

Lantas, apa itu muntaber? Apakah muntaber menular? Muntaber (gastroenteritis)alias muntah dan berak ini merupakan penyakit menular yang dapat disebabkan oleh beberapa factor. Memang muntaber kerap dialami oleh anak-anak, namun sebagai orang tua anda tidak boleh menyepelekannya.

Penyebab Penyakit Muntaber

Ibu mana yang tidak panic jika tiba-tiba si bayi muntah disertai dengan berak dalam kurun waktu yang lama? Pastinya hal ini akan sangat mengkhawatirkan.

Untuk itu, mom harus mengetahui penyebabnya terlebih dahulu, baru pengobatannya dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. Muntaber disebabkan oleh banyak hal yang berbeda, diantaranya ialah:

  1. Infeksi virus, bakteri, ataupun mikroorganisme lainya yang menyerang usus dan menyebabkan peradangan. Kebanyakan virus ini masuk dari pemberian susu formula. Misalnya: bakteri Escherichia coli.
  2. Alergi terhadap makanan
  3. Keracunan makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri
  4. Kurang gizi dan asupan protein
  5. Terjadi infeksi pada saluran pernafasan dan saluran kemih
  6. Lingkungan kotor

Gejala Muntaber Pada Bayi

Mom harus tahu gejala-gejala penyakit muntaber pada bayi yang akan mereka alami. Hal itu untuk mencegah penyakit satu ini semakin parah. Berikut gejala-gejalanya:

  1. Buang air besar secara terus-menerus (diare)
  2. Muntah-muntah yang diawali dengan rasa mual
  3. Sakit perut
  4. Kurangnya nafsu makan
  5. Rewel disertai dengan demam
  6. Badan lemas
  7. Wajah tampak pucat dan lebih tirus
  8. Kulit terlihat kering
  9. Mata menjadi lebih cekung
  10. Bayi jarang buang air kecil
  11. Dehidrasi

Baca Juga >> Apa itu Penyakit Parkinson? Berikut Penjelasanya

Cara Mengatasi Muntaber Pada Bayi

Ketika gejala muntaber mulai nampak, ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk mengatasinya. Nah, mom tidak perlu khawatir, selain obat kimia obat tradisional pun dapat menjadi pilihan karena lebih aman untuk si kecil. Berikut cara mengatasinya:

  1. Memberikan ASI pada bayi, sebagai asupan gizi utamanya.
  2. Berikan minuman, bisa air putih ataupun teh manis, agar tubuh tidak kekurangan cairan.
  3. Mengonsumsi air rebusan daun jambu biji untuk menghentikan diare.
  4. Mengonsumsi larutan oralit, caranya ialah tambahkan gula pasir dan garam ke dalam air matang. Kemudian minumlah air tersebut sehabis muntah.
  5. Berilah anak anda makanan berkarbohidarat, seperti sereal, pisang, dan nasi.
  6. Menjaga kebersihan lingkungan, apalagi toilet dan peralatan makan anda.
  7. Berikan makanan dengan porsi sedikit namun sering.
  8. Memeriksakan bayi ke dokter agar segera mendapat penanganan medis.

Makanan untuk Penderita Muntaber

Bagi penderita muntaber, ada beberapa makanan yang memang dianjurkan untuk dikonsumsi. Dimana makanan tersebut berfungsi untuk mengembalikan energy tubuh.

Diantaranya ialah buah pisang, roti panggang, jelly, dan nasi. Makanan gurih, seperti ikan ain dan udang juga bagus untuk dikonsumsi. Mengapa demikian? Hal itu karena kandungan natrium di dalamnya yang dapat menahan banyaknya cairan yang keluar.

Muntaber menjadi penyakit yang cukup mematikan apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Terlebih lagi penyakit muntaber pada bayi. Penyebaran dan penularannya pun cukup cepat, sehingga kita perlu mencegah hal itu terjadi sedini mungkin.

Baca Juga >> Arti Dan Bahaya Penyakit Obesitas Yang Wajib Anda Ketahui

Jagalah kebersihan lingkungan dari sampah dan penyumbatan air. Jangan mengonsumsi makanan dan minuman sembarangan.

Tidak hanya bahan sekaligus proses pembuatannya saja yang harus diperhatikan, namun juga lokasi tempat makanan itu diperdagangkan. Satu hal lagi yang terpenting ialah selalu mencuci tangan sebelum makan.