Pahamilah Penyebab Tb Kelenjar Dan Penanganannya

penyebab-tb-kelenjar-dan-penanganannya

Memahami penyebab tb kelenjar dan penanganannya sangat diperlukan guna mencegah segala kemungkinan terburuk yang bisa terjadi. Bakteri Mycobacterium Tuberculosis (MTB) menjadi penyebab utama penyakit TBC. TBC atau tuberkolosis bisa menyerang paru-paru, akan tetapi tidak menutup kemungkinan dapat menyerang organ tubuh manusia yang lain, seperti usus, tulang, bahkan kelenjar.

Infeksi yang disebabkan Tb kelenjar dapat terjadi di beberapa area tubuh, seperti, leher, mediastinum, subkarina, peritoneum, ketiak, serta selangkangan. Hampir sebagian besar kasus tb kelenjar ini terjadi pada leher yang dikenal dengan sebutan scrofula.

Indonesia termasuk ke dalam 4 negara terbesar pemasok pasien TBC setelah 4 negara lainnya, yaitu India, Cina, serta Afrika Selatan. Nah, dalam artikel kali ini kita akan membahas secara tuntas mengenai gejala serta pengobatan tb kelenjar.

Daftar Isi

Apa Sajakah Gejala TB Kelenjar yang Muncul?

Gejala tb kelenjar akan terlihat dari perubahan yang terjadi pada leher. Timbulnya benjolan tersebut akibat adanya infeksi kelenjar getah bening yang membengkak.

Pada umumnya hanya satu benjolan yang nampak terlihat, namun ada orang yang memiliki dua benjolan bahkan lebih pada satu area. Berikut gejala ataupun ciri-ciri dari penyakit TBC Kelenjar atau scrofula.

  1. Adanya benjolan yang semakin membesar dari waktu ke waktu.
  2. Benjolan tersebut tidak terasa nyeri dan kenyal, berdiamtere 1 cm bahkan lebih. Akan tetapi benjolan ini suatu saat nanti akan pecah sehingga mengeluarkan cairan nanah.
  3. Demam tinggi dan berkepanjangan
  4. Menggigil
  5. Batuk yang tak kunjung sembuh
  6. Berat badan menurun secara drastis
  7. Tubuh akan merasa tidak nyaman dan sakit
  8. Berkurangnya nafsu makan

Ketahuilah penyebab tb kelenjar

Penyakit TBC kelenjar disebabkan oleh bakteri kecil dan panjang seperti tongkat yang disebut bakteri mycobacterium tuberculosis. Bentuknya yang sangat kecil membuat ribuan bakteri ini dapat hidup bersama dalam satu tempat.

Mereka lebih menyukai tempat yang lembab dan gelap. Hal itu dikarenakan bakteri akan mati jika terpapar sinar matahai.

penularan tbc kelenjar

Penularan tbc kelenjar dapat terjadi dari udara yang kita hirup. Terlebih lagi jika kita tumbuh di lingkungan yang buruj. Udara yang telah terkontiminasi akan berpotensi besar dalam menyebarkan penyakit satu ini.

Menurunnya daya tahan tubuh dan kurangnya gizi membuat tb kelenjar menular dengan mudahnya.

Untuk penularannya sendiri dapat melalui berbagai cara yang berbeda. Diantaranya ialah melalui:

  1. Udara yang terhirup
  2. Melalui bersin penderita Tb Kelenjar
  3. Memakan makanan bersama dalam satu piring dengan penderita Tb Kelenjar.
  4. Menggunakan peralatan makanan dan minuman secara bergantian dengan penderita Tb kelenjar.
  5. Tidur bersama dengan pengidap Tb kelenjar
  6. Mengenakan pakaian penderita Tb Kelenjar
  7. Melakukan kontak langsung dan fisik terhadap penderita Tb Kelenjar

Baca Juga >> Akibat dan Cara Mengatasi Hipertensi Pada Seseorang

Siapa Sajakah yang Beresiko Terserang Penyakit Tb Kelenjar?
Sama halnya dengan penyakit lainnya, Tb kelenjar tidak mengenal usia. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Keadaan seperti ini lebih banyak dialami oleh sebagian besar orang yang berada pada usia 20 hingga 40 tahun. Selain itu pasien didominasi oleh wanita daripada pria.

TBC kelenjar pada anak disebabkan oleh bakteri mikrobakteria atipikal yang mempengaruhi sistem imun anak. Sedangkan pada orang dewasa biasanya disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis.

Apa Sajakah Bahayanya Penyakit Tb Kelenjar?

Hampir semua penyakit yang disebabkan oleh virus sama berbahanyanya, termasuk juga Tb Kelenjar. Jika dibiarkan tanpa dilakukan upaya pengobatan akan membahayakan keselamatan, menimbulkan penyakit lain, bahkan berpotensi mengancam jiwa Anda.

Berikut bahaya yang ditimbulkan akibat tb kelenjar:

#1 Adanya benjolan di leher yang semakin membesar. Benjolan akan muncul pada area yang terkena virus.

#2 Timbulnya kanker kelenjar getah bening menjadi dampak paling berbahaya. Jika dibiarkan terlalu lama, Anda akan terserang penyakit kanker yang mungkin akan sulit disembuhkan.

#3 Batuk berkepanjangan. Gejala batuk umum dialami oleh penderita Tb kelenjar. Namun, akan berbahaya jika penyakit ini sudah parah karena batuk akan terjadi dalam jangka panjang. Apalagi jika batuk sudah disertai dengan keluarnya darah, itu sangatlah berbahaya bagi tubuh.

#4 Trauma akan berdampak pada psikologis jiwa penderita. Trauma tersebut timbul akibat mereka seringkali dijauhi oleh orang-orang disekitarnya.

Bagaimana Cara Pengobatan TBC Kelenjar?

Cara mengobati tbc kelenjar dapat dilakuakn dengan cara memberikan obat antituberkolosis atau OAT dalam jangka waktu 9 hingga 12 bulan. Obat tersebut merupakan perpaduan antara isoniazid, ethambutol, rifampicin, serta pyrazinamide.

Dalam kasus tertentu, seorang dokter berhak untuk menambah maupun mengurangi kandungan obat. Bahkan panjang pendeknya masa terapi juga dipengaruhi oleh dokter yang bertanggung jawab.

penyebab tb kelenjar

Cara menyembuhkan tbc kelenjar selanjutnya ialah dengan cara pembedahan melalui jalan operasi. Jika upaya pengobatan tidak kunjung memperoleh hasil dan antibiotic sudah tak dapat lagi meredakan TBC kelenjar, maka dilakukanlah upaya pembedahan.

Pembedahan menjadi jalan terakhir agar tidak semakin membahayakan pasien. Hal itu dikarenakan benjolan tersebut akan semakin menekan saluran pernafasan.

Pada umumnya kesembuahan pasien tb kelenjar ditandai dengan hilangnya benjolan pada leher serta intensitas batuk yang sudah mereda. Tanda tb kelenjar sudah sembuh betul jika telah melewati terapi dan pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter.

Bagaimana Cara Mengurangi Resiko Agar Tidak Terjangkit TB Kelenjar?

Apakah TB kelenjar dapat dicegah? Bagaimana cara mengurangi resiko agar tidak tertular? Apakah bisa? Pertanyaan tersebut akan selalu muncul pada orang yang memiliki saudara maupun teman yang mengidap scrofula. Tentu penyakit ini dapat dicegah agar tidak menular.

Lantas bagaimana caranya? Caranya pun cukup mudah dan simple. Kunci utamanya ialah dengan menerapkan pola hidup sehat. Dalam kehidupan sehari-hari, Anda hanya perlu menjalankan pola hidup sehat dengan menjaga daya tahan dan sistem kekebalan tubuh.

Makan makanan yang bergizi dan bernutrisi. Pilihlah minuman yang sehat dengan perbanyak minum air putih. Beristirahat dan tidur yang cukup diimbangi dengan olahraga yang teratur. Hindari merokok dan asap rokok. Jangan pernah minum alcohol. Selain itu yang tidak kalah pentingnya ialah menggunakan masker jika akan bepergian ke luar rumah.

Dengan menjalankan pola hidup sehat tersebut, resiko terserang TB kelenjar akan semakin rendah. Hal itu karena daya tahan tubuh kuat dalam mengahadapi berbagai penyakit. Salah satunya ialah penyakit TBC kelenjar yang hanay dapat menyerang sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Baca Juga >> Kenali Sejak Dini Penyakit Darah Tinggi Dan Pengobatannya

Nah, itulah sedikit ulasan mengenai tb kelenjar. Mengerti dan memahami karakter penyakit tidak ada salahnya bukan? Tentu akan sangat menguntungkan bagi Anda untuk mendeteksi lebih awal. Hal itu berguna karena upaya pencegahan dan pengobatan dapat Anda lakukan dengan cepat.

Pengobatan yang tepat, akan membuat pengidap scrofula akan sembuh sepenuhnya. Semoga artikel kali ini dapat menambah pengetahuan Anda. Sekian dan terima kasih.