Tanda-Tanda Dan Gejala Grastitis

Tanda Dan Gejala Grastitis
Source : Mayo Clinic

Tanda dan gejala gratistis bisa dialami bagi siapa saja, maka dari itu hendaklah diwaspadai sebelum merasakan nyeri yang mendalam. Grastitis adalah ketika lapisan lambung mengalami iritasi, peradangan atau pengikisan.

Berdasarkan jangka waktu, gratistis dibagi menjadi dua yaitu gratistis akut (berkembanga secara cepat dan tiba-tiba) dan kronis (berkembang secara perlahan).

Ketika gratistis menyerang ada bebebrapa penderita merasakan gejalanya namun ada yang tidak merasakan. Arti lain dari gratistis adalah magh. Nyeri yang menggerogoti dan panas didalam lambung antara lain:

  1. Hilangnya nafsu makan
  2. Cepat merasa kenyang saat makan, padahal makanan yang masuk sedikit
  3. Perut Kembung
  4. Mengalami cegukan
  5. Merasakan sakit perut
  6. Mengalami gangguan saluran pencernaan
  7. BAB dengan tinja berwarna hitam pekat
  8. Penderita mengalami muntah darah

Greatistis bukan merupakan penyakit tunggal, tetapi mengakibatkan keseluruhan yang dialami mengakibatkan peradangan.

Definisi gratistis adalah sekelompok penyakit yang menyebabkan radang dlapisan lambung. Gejala penyakit gratistis dapat dilihat dari tanda-tanda yang dialami penderita.

Jika ada 3 atau lebih tanda yang keluar, maka segeralah periksa ke dokter, sehingga mendapat penanganan yang tepat.

Penyebab Gratistis

Hal-hal yang perlu diperhatikan yang dapat menyebabkan gratistis adalah :

  1. Infeksi Bakteri H. pylori
  2. Efek samping konsumsi obat anti intiinflamasi nonsterroid (misalnya ibuprofen dan aspirin) secara berkala
  3. Stress
  4. Mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan
  5. Pertambahan usia
  6. Infeksi bakteri dan virus
  7. Muntah kronis

Diagnosis Grastristis

Untuk mendiagnosis ini biasanya akan dilakukan pengecekan awal, misalnya dari menanyakan gejala, meninjau riwayat kesehatan pribadi dan keluarga, melakukan pemeriksaan fisik, hingga melakukan pemeriksaan lanjutan. Pemeriksaan lanjutan tersebut diantaranya adalah

  1. Tes nafas guna melihat adanya bakteri H. pylori
  2. Endoskopi guna untuk melihat apakah ada tanda-tanda peradangan didalam lambung
  3. Pemeriksaan X-ray
  4. Tahap pemeriksaan tunja untuk melihat pendarahan dan infeksi di dalam lambung
  5. Pemeriksaan sel darah untuk melihat apakah pasien menderita anemia

Untuk mencegah dan mengobati gastristi dapat dilakukan dengan mengganti jadwal makan yang lama dengan yang baru. Misalnya ketika Anda terbiasa makan dengan porsi besar maka kurangi porsi makan menjadi lebih sedikit.

Selain itu hindari makanan berminyak, asam dan juga makanan pedas. Adapun obat-obat yang biasanya dianjurkan untuk mencegah dan mengobati gastristi adalah :

1. Obat penghambat histamin 2 (H2 blocker)

Obat ini mampu meredakan gejala gastritis dengan cara kerja menurunkan produksi asam didalam lambung. Contoh obat histamin 2 ini adalah ranitidine.

2. Obat penghambat pompa proton (PPI).

Obat ini sama seperti obat histamin 2 hanya saja pompa proton dipercaya lebih efektif dari histamin 2. Contoh obat penghambat pompa proton ini adalah omeprazole.

3. Obat Antasida

Obat ini juga menjadi salah satu obat yang dapat meredakan gejala gastitis (terutama mengurangi rasa nyeri) secara cepat dengan cara menetralisir asam lambung.

4. Obat antibiotik

Obat ini diresepkan bagi penderita gastritis yang diketahui kondisinya disebabkan oleh infeksi bakteri. Contoh obat antibiotik ini adalh Amoxilin, clarithomycin. dan metronidazole.

Jika Anda mengalami hal-hal diatas segeralah periksa ke dokter atau puskesmas terdekat. Jangan menunda-nunda atau menganggap remes penyakit ini. Sebab, gastritis juga dapat mengalami komplikasi parah. Beberapa yang akan dialami penderita yang mengalami komplikasi adalah :

  1. Tukak lambung
  2. Pendarahan didalam lambung
  3. Kanker lambung

Baca Juga >> Berikut Makanan Penambah Hb Ibu Hamil

Waspadai ciri- ciri gatristi, sebab, bisa jadi itu adalah tanda dan gejala gastristis yang menyerang Anda. Sayangi tubuh Anda.